Lakukan Pemasaran Digital Agar Bisnis Tak Jatuh Terpental

Dunia telah dan akan terus berubah. Perubahan tersebut ditandai dengan berbagai istilah, salah satunya adalah Revolusi Industri 4.0 yang sedang terjadi saat ini. Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Menurut Kominfo, Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah “Cyber Physical System”. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya, keterlibatan tenaga manusia dalam prosesnya dapat berkurang. Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi pada suatu lingkungan kerja dengan sendirinya bertambah. Dalam dunia industri, hal ini berdampak signifikan pada kualitas kerja dan biaya produksi. Namun sesungguhnya, tidak hanya industri, seluruh lapisan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat umum dari sistem ini.

Salah satu dampak dari Revolusi Industri 4.0 ini adalah adanya disrupsi atau perubahan pola hidup manusia dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya yang dilakukan oleh para Generasi Milenial (Gen Y) yang lahir antara tahun 1981 – 1997 dan generasi sesudahnya (Gen Z, Generasi Alpha dan sebagainya). Sebagaimana yang pernah diulas oleh salah satu Guru Pemasaran di Indonesia, Yuswohady, dalam blognya maupun dalam bukunya “Millenials Kill Everyting”, kita dapat melihat disrupsi ini terjadi di banyak bidang, khususnya di bidang bisnis, termasuk pemasaran.

Itulah sebabnya kini dikenal istilah Pemasaran 4.0 (Marketing 4.0). Dahulu, saat Pemasaran 1.0, perusahaan lebih berfokus pada bagaimana menjual produk sebanyak-banyaknya, tanpa terlalu memikirkan bagaimana respon dari para konsumennya. Karena hal ini dianggap kurang efektif, maka lahirlah Pemasaran 2.0 dimana perusahaan menjual produk sambil menyentuh hati konsumennya. Di tahap ini, perusahaan berusaha membangun ikatan emosional dengan konsumen. Hal ini pun akhirnya mulai ditinggalkan saat muncul Pemasaran 3.0, dimana konsumen tak lagi dianggap sebagai objek pasif. Konsumen diperlakukan sebagai manusia yang memiliki akal, mampu berpikir, memiliki cita-cita dan harapan. Perusahaan tak sebatas memasarkan produk, tetapi juga memiliki visi, misi dan nilai-nilai yang sejalan dengan konsumennya.

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat melahirkan Pemasaran 4.0 yang memberikan cara baru bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumennya. Dengan adanya pengumpulan dan analisis pada big data, perusahaan dapat menjangkau konsumen dengan lebih manusiawi. Perusahaan lebih mudah mengenali konsumennya dan membangun interaksi yang lebih personal.

Pemasaran 4.0 ini makin dipercepat aplikasinya dengan munculnya Pandemi Covid-19 di dunia yang dimulai sekitar bulan Desember 2019 di China dan masuk ke Indonesia sekitar bulan Februari 2020.

Jadi, mengapa perlu melakukan Pemasaran Digital atau pemasaran melalui media internet / online? Setidaknya ada 4 alasan utama:

  1. Modal dan Resikonya Minimal

Saat ini, Media Sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, WhatsApp, Telegram dan sebagainya tidak hanya berfungsi sebagai media untuk berinteraksi secara sosial, tetapi juga secara bisnis. Banyak orang yang mulai menawarkan produk atau jasa layanannya melalui kedua jenis media ini. Dengan adanya sistem Dropshipping, maka setiap orang bisa menawarkan produk apapun tanpa harus produksi atau kulakan dan stok barang sendiri. Sehingga untuk melakukan pemasaran digital lewat media ini, praktis hanya diperlukan smartphone / gadget dan kuota data internet. Tentu saja, Anda juga perlu tahu ilmu atau caranya sebelum bisa melakukannya.

  1. Buka 24 Jam

Internet atau dunia online tak mengenal jam operasional, sehingga calon konsumen bisa mengakses toko online Anda setiap saat, kapan pun mereka ada waktu.

  1. Pangsa Pasar Luas

Tidak sebatas bisa diakses kapanpun, media online juga bisa diakses oleh siapa pun dan dari mana pun dari luar kota, luar provinsi bahkan dari luar negeri, sehingga ini membuka peluang pangsa pasar yang lebih luas daripada pemasaran secara konvensional atau offline.

  1. Adanya Perubahan Perilaku Konsumen

Seperti yang telah disinggung di awal artikel, kini lebih banyak orang mengakses media internet atau online dibandingkan era-era sebelumnya, ketika smartphone dan koneksi internet menjadi barang yang langka bahkan mewah. Menurut data dari Hootsuite yang diulas oleh We Are Social dan dijelaskan kembali oleh Teknoia lewat Medium, setidaknya ada 174 juta orang pengguna aktif internet yang 96% nya mengakses internet menggunakan smartphone.

Dengan membaca trend teknologi dan perubahan perilaku konsumen di atas, kita bisa belajar bahwa untuk saat ini, pemasaran digital sangat diperlukan oleh siapa pun yang ingin mengenalkan brand produk maupun layanannya kepada calon konsumen, khususnya mereka yang masuk ke dalam Generasi Milenial atau generasi sesudahnya.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019-2021 ADMA. All Rights Reserved.