Go Digital or Die!!!

Pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih belum reda hingga akhir September 2020, terbukti tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan tetapi juga di bidang perekonomian. Menurut berita dari CNBC Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus selama dua kuartal secara berturut-turut yang diprediksi terus terjadi hingga kuartal ke empat tahun 2020 ini, menjadikan Indonesia berada dalam kondisi RESESI EKONOMI.

Lebih dari 5,23 juta orang di PHK adalah salah satu indikator paling jelas bahwa Pandemi Covid-19 ini telah memukul dengan sangat telak banyak perusahaan atau bisnis konvensional.

Tak hanya itu, sektor-sektor bisnis retail konvensional juga makin banyak yang berguguran karena tingginya biaya operasional dan sangat sedikitnya pemasukan. Per April 2020 saja, sudah 197 mall yang tutup di Indonesia.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis yang berbasiskan teknologi digital justru memgalami peningkatan. Transaksi di Market Place seperti Shopee naik 130% dan transaksi di Go Food naik 20%.

Apa artinya?…

Bisnis-bisnis yang telah memanfaatkan teknologi digital bisa bertahan bahkan bertumbuh pesat di saat KRISIS atau RESESI EKONOMI!…

Penerapan teknologi digital dalam bisnis, akan memberikan banyak manfaat yang besar, diantaranya:

  • Otomatisasi. Bayangkan betapa rumitnya mengelola sebuah minimarket, bila tidak ada aplikasi atau sistem digital untuk manajemen toko yang memiliki ratusan bahkan ribuan item produk yang dijual. Akan sangat rumit melakukan berbagai pencatatan (meski menggunakan komputer), ketika tidak ada sistem yang mengintegrasikan berbagai divisi yang ada di dalamnya.
  • Akurasi. Tidak hanya berjalan secara otomatis, sistem digital menggunakan perhitungan matematis yang dijalankan oleh komputer, sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang dilakukan manusia.
  • Efisiensi. Dengan adanya otomatisasi dan akurasi, tentu akan memberikan dampak terjadinya efisiensi, baik dari segi waktu, tenaga maupun biaya.
  • Personalisasi. Sistem digital juga memungkinkan setiap pelanggan mendapatkan layanan yang khusus, sesuai dengan minat atau preferensinya.

Hal-hal di atas mungkin sudah diterapkan di internal perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan berskala menengah dan besar yang memiliki cukup anggaran untuk mendigitalkan proses-proses bisnis yang mereka jalankan.

Namun di sisi pemasaran atau marketing, mungkin belum banyak perusahaan yang sadar akan begitu pentingnya digital marketing, karena menganggap bahwa pemasaran konvensional yang selama ini dijalankannya sudah cukup untuk mendatangkan omzet dan profit yang besar bagi perusahaan.

Memiliki website dan akun media sosial dianggap telah cukup untuk menjadikan sebuah bisnis go digital. Padahal kepemilikan akun-akun tersebut hanyalah awal dari sebuah proses digital marketing yang panjang dan berkelanjutan. Perlu ada sumber daya manusia yang khusus menangani akun-akun online ini, agar pebisnis dapat senantiasa terhubung dengan para pelanggan, supplier atau mitra-mitra bisnis lainnya, melalui penyediaan konten-konten yang relevan dan selalu up to date.

Maka, tak ada pilihan lain di masa mendatang bagi dunia binis. GO DIGITAL OR DIE!!!

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019-2021 ADMA. All Rights Reserved.